Bicara Kekerasan Seksual, Nadiem Nilai Perlu Ada Badan Independen di Kampus

Berita

Minggu, 02 Mei 2021

607e7b1b305dd
Mendikbud Nadiem Makarim dalam acara serah terima soal seleksi CPNS dan PPPK 2021. (Webinar Kemendikbud)

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan melakukan penyempurnaan penanganan terkait isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi melalui peraturan menteri Pendidikan dan kebudayaan (permendikbud).

Melalui permendikbud, Nadiem berharap para korban kekerasan seksual di lingkungan kampus tidak menjadi korban saat hendak membuat laporan atas kekerasan seksual yang dialaminya.

“Jadinya jangan sampai yang pelapor menjadi korban. Karena kita harus menyadari, masih ada stigma dari pada isu-isu ini di masyarakat. Jadinya perlindungan informasi mereka, perlindungan confidentiality mereka itu jadi suatu hal yang sangat penting,” ujar Nadiem dalam diskusi virtual, Selasa (27/4/2021).

Nadiem mengatakan perlu ada suatu badan independen di perguruan tinggi yang bertugas untuk mengawasi dan menyelesaikan perihal masalah kekerasan seksual.

Ia berharap ada keseimbangan atau sistem check and balance terkait isu kekerasan seksual di kampus.

“Karena kita nggak bisa mengira bahwa perguruan tinggi pun sebagai institusi adalah suatu institusi yang netral. Nggak bisa. Kita harus memastikan bahwa ada independen dalam universitas itu, yang tidak secara direct melapor pada universitas biar ada keseimbangan, ada check and balance,” ucap Nadiem.

Selain itu, menurutnya, badan independen itu juga harus memberikan rekomendasi atas pelaporan atau kejadian seputar kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Ini badan independen ini harus bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi yang tentunya bisa naik ekskalasi lah gitu,” ucapnya.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan akan menerbitkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (permendikbud) terkait isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Ia mengatakan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan peraturan yang semaksimal mungkin dalam menyikapi isu kekerasan seksual.

“Tolong ditunggu, akan keluar sebaik mungkin lah, mungkin tidak sempurna tapi sebaik mungkin,” kata Nadiem dalam diskusi virtual, Selasa (27/4/2021).

Penulis: Rahel Narda Chaterine | Editor: Dani Prabowo

Kunjungi artikel asli